Islam dan Kemunduran Teknologi

Agresi militer Israel ke Jalur Ghaza Palestina membawa luka mendalam umat Islam. Pesawat tempur Israel dengan sombong dan angkuhnya memamerkan kecanggihan teknologi dan keterampilan tingkat tinggi pesawat tempurnya. Tidak hanya di Palestina, tapi juga di zona udara Mesir. Negara-negara Arab diam seribu bahasa, tidak bisa berbuat lebih. Mereka termangu melihat saudara-saudaranya dibantai dan dihancurkan Israel secara semena-mena. Mereka tidak mempunyai kekuatan militer canggih, seperti Israel. Teknologi pesawat tempur, darat, dan udaranya pas-pasan, jauh di bawah Israel yang selalu didukung penuh Amerika Serikat tanpa reserve.

Seperti diungkapkan Alvin Toffler bahwa kekuatan dunia dibagi menjadi tiga. Pertama, kekuatan otot sebagai kekuatan paling rendah dan tidak berharga. Kedua, kekuatan ekonomi sebagai kekuatan kelas menengah. Ketiga, kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kekuatan paling tinggi yang menentukan peradaban dunia mutakhir.

Negara yang rendah kualitas ilmu pengetahuan dan teknologinya akan menjadi bangsa kuli, tidak disegani, dan tidak dihormati bangsa-bangsa lain. Posisinya pun selalu menjadi objek eksploitasi negara-negara maju. Dalam persaingan ekonomi tingkat dunia, negara-negara yang miskin inovasi teknologi hanya berpotensi sebagai pasar subur negara-negara maju yang tidak mampu bersaing di pasar global. Dalam hal kebudayaan, negara-negara yang rendah kualitas teknologinya menjadi inferior dan underestimate. Dalam aspek politik global, mereka tidak diperhitungkan.

Lihat saja, suara dari Liga Arab dan OKI (Organisasi Konferensi Islam) tidak mendapat respons serius dari negara-negara maju. Tapi, coba saja, kalau Rusia, Prancis, Inggris, dan Cina yang bersuara lantang, Israel dan Amerika akan meresponsnya. Kritik pedas bahkan demonstrasi anti-zionis di seluruh dunia tidak menyulutkan semangat Israel memborbardir Jalur Gaza yang baginya adalah penghalang utama menguasai daerah pendudukan tersebut.

Umat Islam di Jalur Gaza hanya bermodal tekad, semangat, dan pantang mundur menegakkan agama Allah dari serangan musuh. Dari kalkulasi matematis, Israel akan menang melawan Hamas walaupun di lapangan semuanya bisa terjadi, semua tergantung strategi dan taktik yang digunakan. Namun, harus diakui, agresi Israel ke Palestina ini membuat umat Islam hanya menjadi penonton dan objek pembantaian biadab.

Revolusi sains dan teknologi
Kalau negara-negara Islam ingin bersuara lantang menghadapi hegemoni Israel-Amerika, tidak ada cara lain, kecuali meningkatkan pengembangan sains dan teknologi mutakhir untuk mengimbangi kecanggihan teknologi negara-negara maju dari Amerika dan sekutunya.

Menurut Amich Alhumami (2008), sejarah kemajuan bangsa-bangsa di dunia merupakan sejarah tentang keunggulan sebuah peradaban yang unsur paling elementernya adalah sains teknologi. Pencapaian sains teknologi sangat tergantung pada daya dukung kelembagaan, terutama perguruan tinggi dan lembaga riset yang berfungsi sebagai pusat keunggulan. Perguruan tinggi dan lembaga riset merupakan bagian dari infrastruktur paling penting dalam proses pengembangan sains teknologi di negara-negara maju di Eropa dan Amerika. ….Upss…baca selengkapnya di sini

One thought on “Islam dan Kemunduran Teknologi

  1. Saya 100% setuju.

    Secara realistis, dunia dipegang oleh barat, karena mereka menguasai teknologi, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan juga opini dunia. Kalau kita mau mendirikan negara Islam, bangun dulu pondasi2 tersebut. Kita lihat Cina, yang mulai bisa unjuk gigi karena punya kekuatan di bidang2 tersebut untuk menyaingi dunia barat.

    Berjuang memang tidak cukup dengan modal semangat, tapi juga harus dengan akal dan pikiran. Di kalangan umat Islam, banyak yang sangat bersemangat (bernafsu?) mendirikan negara Islam saat ini juga, ditengah ancaman dari seluruh kekuatan non-Islam. Sayangnya persiapan untuk itu sangat tidak memadai, hanya bermodalkan semangat, titik.

    Saya termasuk orang yang yakin kalaupun kita saat ini mendirikan negara Islam, maka umur negara tersebut tidak akan bertahan lama. Kenapa? Sebuah negara Islam pasti akan terus digerogoti baik dari luar maupun dari dalam. Contohnya Republik Islam Iran. Bila iran tidak mampu mempersiapkan KEKUATAN YANG KOMPREHENSIF, cepat atau lambat iran pasti akan mengalami apa yang dialami oleh afghanistan/irak yang dihancurkan oleh amerika/sekutu.

    Bukan berarti kita tidak percaya pada pertolongan Allah, tapi di dalam Al-Qur’an sendiri kita diperintahkan untuk mempersiapkan SEGALA SESUATU dalam rangka menegakkan Islam, seperti yang dicontohkan Rasulullah, dimana beliau diperintahkan untuk hijrah, tidak lain dalam rangka mempersiapkan kekuatan. Ketika sudah cukup kuat, baru dilakukan perlawanan secara frontal.

    Jadi, kita harus tingkatkan kemampuan diri kita masing2 untuk terus mambangun kekuatan diri yang akan dapat digunakan untuk kejayaan Islam nantinya.

    Maxmixmatch
    http://maxmixmatch.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s