Kesuksesan Sebuah Pendidikan Islam

“Sekolah harus bisa” slogan itu yang sering diucapkan Mendiknas ketika mengiklankan sekolah gratis di media elektronik. Walaupun prakteknya, masih ada juga sekolah yang masih menerapkan “biaya tambahan” bagi anak didiknya. Bantuan Operasional Sekolah atau lebih dikenal dengan dana BOS, sebenarnya sudah lebih dari setahun yang lalu digalakkan oleh pemerintah. Bantuan ini dimaksudkan untuk membantu kinerja operasional sekolah-sekolah negeri guna mensukseskan gerakan wajib belajar 9 tahun.

Minggu yang lalu (11-13 Mei) siswa kelas 6 SD mengikuti ujian nasional (UN). Adapun materi yang diujikan adalah bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Perasaan gelisah pun melanda hampir sebagian besar orang tua murid. Mereka takut anak-anak mereka tidak lulus ujian. Bukan hanya orang tua, sekolah juga mencemaskan anak-anak didiknya kalau-kalau tidak bisa menjawab soal-soal yang diberikan. Jika mereka lulus itu merupakan kabar gembira, tetapi jika tidak itu merupakan berita menyedihkan untuk jeleknya kualitas pendidikan di sekolah bersangkutan.

Bagi sekolah, saat ini tingkat kualitas pendidikan cenderung dikaitkan dengan kelulusan siswanya. Imbasnya, semua itu akan mempengaruhi pencitraan masyarakat terhadap sekolah. Sekolah akan dinilai buruk bila siswanya banyak yang tidak lulus ujian. Padahal belum tentu, justru anaknya yang sering membandel bahkan tidak  menghormati gurunya. Namun wali murid yang cerdas akan mempertanyakan efektifitas pendidikan sekolah, apakah sudah menjalankan proses belajar mengajar dengan baik? Selain itu bagaimana penerapan kurikulumnya? Bagaimana guru-guru mengajarnya? Dan sebagainya.

Kesibukan pun kerap terjadi dalam menghadapi UN itu, dengan target semua siswa lulus UN. “Banyak jalan menuju UN”, itu yang dilakukan oleh sekolah. Beberapa cara ditempuh, di antaranya dengan mengikuti try out yaitu semacam simulasi ujian. Biasanya siswa diminta untuk mengisi soal-soal yang diprediksi akan keluar di UN. Ada juga yang mengikuti les tambahan dari guru walinya, dengan belajar setiap sore hari di rumah gurunya. Ada pula yang berbuat curang dengan memberikan kunci jawaban UN melalui pesan sms atau selembar kertas. Naudzubillah.

UN memang penting. Tetapi apakah hanya UN yang dijadikan barometer kecerdasan manusia? Sekolah dipandang berhasil mendidik siswa apabila ia mampu memperolah nilai yang maksimal dengan usahanya sendiri, dan melalui kecerdasannya. Kita semua sudah mengetahui bahwa manusia mempunyai kecerdasan intelektual (IQ) dan juga membutuhkan kecerdasan spiritual (SQ). Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang bertumpu pada hati dan berhubungan dengan jiwa sadar. Yang dimaksud dengan hati ialah rasa yang kira-kira bertempat di dalam dada. Hati pada dasarnya menghasilkan supralogis; iman termasuk didalamnya.

Dalam kehidupan sosial, orang yang ber-IQ tinggi cenderung mampun mencari peluang-peluang hidup. Tetapi ada juga orang yang sukses padahal IQ-nya biasa-biasa saja. Ada juga orang yang ber-IQ tinggi namun melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela (seperti korupsi), yang tidak lebih hina dari binatang. Kenapa ada orang bertindak demikian? Karena mereka kurang atau tidak menggunakan kecerdasan spiritualnya. Mereka punya hati, tapi hati mereka “sakit” atau bahkan “mati”. Allah Ta’alaa berfirman : “Allah  telah menutup hati mereka, pendengaran mereka, penglihatan mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih.” (Q.S. Al Baqarah [2] : 7)

Hati yang telah tertutup oleh noda-noda hitam akan menghalangi pantulan chaya kebenaran. Orang yang hatinya tertutup akan sulit untuk menerima kebenaran. Apa yang dilakukannya sekalipun dipandang salah tetap saja akan dinilai benar. Sekolah sudah saatnya memperhatikan kecerdasan spiritual (SQ). SQ akan menjawab kesulitan-kesulitan hidup yang tidak terselesaikan oleh IQ. Sejatinya baik IQ dan SQ memiliki kekurangan masing-masing. Oleh karena itu antara keduanya dibutuhkan kerjasama sehingga terjadi keseimbangan. Orang yang hanya mengandalkan IQ, akan cenderung menjadi sekuler. Sebaliknya orang yang hanya mengandalkan SQ-nya saja akan cenderung menjadi sufi!. Setidaknya ada beberapa indicator keberhasilan sekolah yang berkaitan dengan kecerdasan spiritual (SQ), diantaranya :

Siswa Berbakti kepada orang tua

Allah Ta’alaa berfirman : “…dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua”. Ayat itu menunjukkan bahwa wajib hukumnya berbuat baik kepada orang tua. Ibu yang mengandung selama sembilan bulan, mempertaruhkan nyawa ketika melahirkan, merawat, menyusui, menggantikan popok bayi tanpa merasa jijik. Sungguh besar jasa orang tua kepada anak. Maka sudah menjadi kewajiban apabila anak berbakti kepada kedua orang tuanya.

Di sekolah, siswa diajarkan nilai-nilai adab terhadap orang tua. Bagaimana seharusnya mereka bersikap, berbicara, dan berperilaku sopan kepada orang tuanya. Indikator lainnya adalah pertama, anak bersikap, berbicara, dan berperilaku sopan terhadap ayah ibunya. Kedua, anak berusaha menaati nasehat orang tuanya. Ketiga, orang tua mengakui bakti baik anaknya. Apakah berbakti kepada orang tua sudah menjadi target kelulusan? Kalau belum, maka sekolah belum bisa dikatakan berhasil mendidik siswanya.

Siswa Sholat Dengan Kesadaran

Sholat menempati urutan paling penting dalam Islam, ia merupakan tiang agama. Jika Islam diibaratkan sebuah bangunan, maka bangunan akan kokoh bila ditopang oleh tiang-tiang yang kuat. Bagi mereka yang melalaikan sholat bahkan meninggalkannya sesungguhnya mereka telah atau sedang merobohkan Islam. Musuh-musuh Islam sudah mengetahui kekuatan sholat. Mereka cenderung berusaha untuk melalaikan umat Islam dari sholat. Diantaranya dengan membuat hiburan yang menarik di berbagai media, terutama televisi.

Perlu diketahui, bahwa amalan yang pertama kali akan dihisab adalah sholat. Maka ada hubungan erat antara sholat dengan amal seseorang. Sholat dapat berfungsi mencegah perbuatan mungkar, apabila rukun sholat memenuhi hal berikut : pertama, rukun sholat harus sesuai dengan sunnah. Kedua, ruh sholat harus terfokus dalam kekhusu’an. Ketiga, atsar (faidah) sholat dapat menjaga pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar. Jika ketiga unsur ini terpenuhi, maka dapat dikatakan sholat tersebut adalah sholat yang sukses.

Sholat harus diperkenalkan kepada anak mulai sejak dini. Sehingga anak sudah terbiasa dengan sholat. Masa kecil akan lebih mudah membentuk karakter anak dibandingkan masa dewasa. Bila sholat sudah menjadi kebiasaan anak diharapkan akan menumbuhkan kesadaranya akan sholat.

Lantas apa saja indikator bahwa anak tersebut mengerjakan sholat dengan penuh kesadaran?. Pertama, bila mendengar adzan anak bersegera untuk sholat. Kedua, bila belum melakukan sholat anak merasa berhutang. Ketiga, bacaan dan gerakannya sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Keempat, semua bacaan mulai dari takbir hingga salam anak memahaminya. Sekarang, adakah sekolah SD yang menargetkan bila siswanya lulus, ia akan sholat dengan penuh kesadaran tanpa harus disuruh oleh orang tuanya? Jika tidak ada, maka sekolah itu akan dinilai kurang sukses (untuk tidak menyebut gagal) dalam mendidik siswanya.

Siswa Lancar Membaca Al Qur’an

Al qur’an merupakan kalamullah yang diwahyukan kepada Rasulullah saw, dan membacanya merupakan ibadah. Dalam membaca Al qur’an terdapat rambu-rambu yang mesti diperhatikan, agar bacaannya tidak salah. Maka ilmu tajwid merupakan alat untuk dapat mengarahkan bacaan Al qur’an itu benar.

Di sekolah, siswa diajarkan membaca Al qur’an secara tartil dengan menggunakan metode tertentu. Sudah banyak metode-metode yang bisa digunakan untuk membaca Al qur’an secara tartil. Indikatornya adalah anak senang membaca Al qur’an dalam kehidupannya sehari-hari.

Berdasarkan itu semua, target kelulusan bukan dinilai dari sisi kognitifnya saja, melainkan dilihat dari sisi afektifnya pula, yaitu akhlak (SQ). jika sisi  akalnya saja yang dinilai, maka itu merupakan bentuk reduksi pendidikan. Hal inilah yang terjadi sekarang di negeri ini. Akhlak kurang mendapat perhatian sebagai target kelulusan. Misalnya, ada anak yang dipenjara karena ia berbuat kriminal, lalu dizinkan mengikuti UN ternyata lulus. Ada anak yang bermasalah, kemudian ia masuk paket A/B/C dan ia lulus. Sementara ada anak yang akhlaknya baik, tapi nilainya tidak mencapai standar tetap tidak lulus. Sungguh ironis? Bila akhlak kurang diperhatikan!. Maka wajar bila suatu negeri bisa menjadi sekuler jika dibangun oleh SDM-SDM yang cenderung kepada sisi kognitif saja dan cenderung mengabaikan sisi afektif.

Sekolah yang baik adalah sekolah yang menargetkan kelulusan siswanya memiliki kemampuan di bidang IQ dan SQ. karena IQ dan SQ bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Dengan mendapatkan SQ, diharapkan kelak anak tidak tumbuh berkembang menjadi pribadi yang cenderung sekuler karena hampa spiritual. Dengan demikian, maraknya sekolah dasar dan menengah Islam hari ini, diharapkan dapat memutus regenerasi calon-calon sekuler yang meresahkan. Sudah adakah sekolah yang demikian?

3 thoughts on “Kesuksesan Sebuah Pendidikan Islam

  1. TARBIYAH ISLAMIYAH / PENDIDIKAN ISLAM
    Oleh M.Ihsan Dcaholfany M.Ed
    Mhsw ISID Gontor 1997 / Staf Pengajar KMI Gontor

    1.Tujuan Tarbiyah
    Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai Islam yang benar dan sempurna, menumbuhkan harga diri dan membentuk pribadi muslim dan muslimah, yang berakhlak dengan mengadakan kegiatan positif yang Islami dan mewujudkan kepemimpinan di dalam keluarga, masyarakat dan negara yang berdasarkan syariat dan aturan negara serta mengembangkan skill, pengajaran dan wawasan.

    II. Tahapan Tarbiyah
    1. Tilawah (membacakan ayat Allah)
    2. Tazkiyah (mensucikan jiwa)
    3. Ta’lim (mengajarkan kitab dan sunnah)

    III. Potensi yang dikembangkan kemudian diarahkan kepada pengaktualan potensi dengan memasuki berbagai bidang kehidupan

    a. Al-Ummah Al-Jaahilah ( Umat yang bodoh )
    1. Al-Jahl ( Kebodohan )
    2. Adz-Dzillah ( Kehinaan )
    3. Adh-Dha’f ( Kelemahan )
    4. Al-Furqah ( Perpecahan )

    1. Al-Jahl ( Kebodohan )
    Mereka bodoh karena tidak menerima hidayah. Abu Jahal ( Bapak Kebodohan ) bukan tidak punya ilmu. Terdapat dalam QS. 39 : 64 Katakanlah : ” Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang – orang yang tidak berpengetahuan.

    2. Adz Dzillah ( Kehinaan )
    Kehinaan juga muncul akibat dari tingkah laku yang jauh dari Islam. Terdapat dalam QS. 95 : 4-5. : ”Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik – baiknya. Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya ( neraka )

    3.Adh- Dha’if (kelemahan)
    Kelemahan terjadi karena meraka tidak menghargai dirinya sehingga tidak bisa mengaktualisasikan potensinya, mereka menghabiskan waktu dan energi untuk mengikuti hawa nafsu. Terdapat dalam QS. 4 :28 : ”Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia itu dijadikan bersifat lemah.

    4. Al-Furqah ( Perpecahan )
    Ciri masyarakat jahiliyah adalah berpecah dan tidak ada persatuan sesamanya. Terdapat dalam QS. 3:103. : ” Dan berpegang kamu semaunya kepada tali Allah ( Agama Islam ), dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Alalh kepadamu ketika kamu dahulu ( sesama jahiliyah ) bermusuh-musuhan.

    b. Dhalaalun Mubiin ( Kesesatan yang nyata )
    Allah SWT menyebutkan bahwa sebelum kedatangan Nabi, masyrakat jahiliyah berada di dalam kesesatan yang nyata. Terdapat dalam QS. 62 :2 : ” Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat –Nya kepada Mereka, mesucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah.

    c. Al-Inqaadz ( Penyelamat ) – At- Tarbiyah ( pendidikan )
    1. Allaah – Ar-Rasuul ( Allah dan Rasul )
    2. At – Tilaawah ( Membaca )
    3. At – Tazkiyah ( mensucikan )
    4. Ta’liim Al – Minhaaj ( Mengajarkan Pedoman )

    1. Allah – Ar-Rasuul ( Allah dan Rasul )
    Allah SWT melalui Rasul-Nya memberikan tarbiyah, Islam sebagai agama
    Dapat menyelamatkan manusia dari kesesatan, Islam melalui tarbiyah dapat mengatasi dan menyelesaikan masalah masyarakat jahiliyah.

    2. At-Tilaawah (Membaca)
    Islam sebagai gerakan menyelamatkan diri manusia dari kerugian memeiliki aktifitas di anataranya membaca al-Qur’an dengan berusaha memahami, menghapal dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contoh surat Iqro’. (Bacalah Nama Tuhan-Mu yang menciptakan (sekalian makhluk)

    3.At-Tazkiyah (mensucikan)
    Maksudnya mensucikan diri dari segala kekotoran jiwa, hati, akal dan jasad seperti kemaksiatan dan kejahiliyahan, diharapkan agar mendapatkan keberuntungan.
    Sebagai contoh : Q.91: 7 Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaan-Nya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnys beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

    4. Ta’liim Al-Minhaj (Mengajarkan Pedoman)
    Maksudnya mengajarkan al-Qur’an dan Sunah bahkan mempelajarinya
    serta mengamalkannya sebab banyak mengandung hikmah / pelajaran.
    Dalil : Q.2 : 269, Allah menganugerahkan al-hikmat (kefahaman yang dalam tentang al-Qur’an dan As-Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki.

    4. An- Ni’mah Al-Kubro (Anugrah Yang Besar)
    a. Al- Ilm (Pengetahuan)
    b. Al-Izzah (Kemulyaan)
    c. Al-Quwwah (Kekeuatan)
    d. Al-Wihdah (Persatuan)

    a.Al-Ilm (Pengetahuan), hasil dari ilmu yang diperoleh ini adalah kenikmatan yang besar yaitu berupa pengetahuan, harga diri, kekuatan dan persatuan, Tarbiayah dengan ilmu yang benar, menjadikan manusia yang berilmu dan sadar dengan tingkah lakunya.
    Dalil : Q.96.5 . Dia yang mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

    b. Al-Izzah (Kemulyaan)
    Izzah bermakna kemulian dan harga diri bermakna mengembalikan diri manusia kepada Allah bukan kepada benda-benda yang tidak bernilai, Izzah Islam akan mewujudkan kekuatan Islam sebab semangat yang ditumbuhkan melalui tarbiyah dapat membangkitkan kecintaan dan perjuangan, akhirnya kita akan disatukan dengan pemikiran dan amal melalui tarbiyah islamiyah sehingga bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat dan bangsa.
    Dalil :Q.63: 8 , mereka berkata sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah benar-benar oarng yang kuat agar mengusir orang yang lemah daripadanya. Padahal kekuatan (kemuliaan) itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.

    c. Al-Quwwah (Kekuatan)
    Kenikmatan yang besar dari hasil tarbiyah adalah membawa manusia kepada kesadaran Islam sehingga Islam menjadi suatu bentuk karakter sehari-hari. Dengan Islam pula manusia menjadi terhormat sebab telah kembali kepada fitrah yang suci sehingga manusia menjadi kuat seperti kuat aqidah, jiwa, persatuan dan Islam.
    Dalil : Q.93.8 Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lau Dia memberikan kecukupan.

    d. Al-Wihdah (Persatuan)
    Seseorang atau masyarakat yang mengikuti tarbiyah mereka akan dibimbing ke arah persatuan umat, Tarbiyah akan membawa kepada kesatuan pemikiran dan ideologi sehingga membawa kepada persatuan dalam sikap dan akhlak yang dapat membawa kesatuan pendapat.

    Dalil 3 : 103. Dan berpegang kamu semuanya kepada tali Allah (Agama Islam) dan janganlah kamu bercerai-cerai dan ingatlah nikmat kepadamu ketika kamu dahulu (semasa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, larlu Allah selamatkan kamu darinya. Agar mendapat petunjuk hidayah-Nya.

    Dari semua keterangan tersebut di atas menjadikan umat terbaik

    5. Khoirul Ummah ( Umat terbaik)
    Umat jahiliyah dirubah menjadi umat Islamiyah, umat yang berdakwah
    dan senatiasa peduli dengan keadaan sosial, ummat dan agamanya, maka
    ia disebut umat yang terbaik. Yang dapat menjalankan perintah kebaikan
    dan meninggalkan kemungkaran. Dengan ilmu, kemuliaan, kekuatan dan
    persatuan akan membentuk umat yang baik.
    Dalil : Q.3 : 110 Kamu adalah umat yang terbaik, dilahirkan untuk
    manusia, menyuruh pada kebaikan (ma’ruf) dan mencegah kemungkaran dan beriman kepada Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s