Hati, Blogisme, dan Top ten Blogger

Popularitas itu candu yang mengelus ego. Dan sebagian blogger menyukainya. Itu sebabnya, peingkat blogger terpopuler, daftar blogger terfavorit, atau peringkat blogger paling hot-siapa pun pembuatnya dan bagaimanapun metodenya- selalu menarik. (Ndoro Kakung, Nge-blog  Dengan Hati).

Bagi teman-teman blogger mungkin sudah baca ‘statemen’ Ndoro kakung di atas dalam bukunya ‘Nge-blog dengan hati’(kalo belum beli dulu!)😛 memang rangking itu perlu tetapi bukan sekedar untuk mencari pamor dan menjadi top ten blogger di jagat maya. Penulis bukanlah blogger senior dengan pagerank yang tinggi, bukan pula seorang junalis professional dengan tinta emasnya. Tetapi alhamdulillah satu tahun berlalu (28 Mei 2008) blog ini lahir kini telah mendapat pagerank 2, dengan estimasi 50-80 pengunjung perhari. Memang bukan hasil yang maksimal.

Sengaja pada posting kali ini, banyak yang berubah dari tampilan dan content. Itu semua karena hari ini blog mungil ini berusia 1 tahun. Yah, anggap saja sebagai happy anniversary. Pada mulanya, penulis mengenal blog 1 tahun silam hanyalah sekadar sebagai jurnal online saja. Ia berfungsi hanya sebagai wadah dokumentasi artikel kampus yang waktu terlalu menumpuk di hard drive, dan entah mau diapakan?. Maka, tak heran blog kacahati waktu itu berisi artikel-artikel usang belaka. Nama ‘kacahati’ sendiri terinspirasi dari sabda nabi : “…ingatlah, sungguh dalam diri manusia itu ada segumpal daging; jika baik, maka seluruh tubuh menjadi baik dan jika rusak, maka seluruh tubuh menjadi rusak pula, yaitu hati” (H.R. Bukhari Muslim). Intinya manusia itu akan baik dan buruk tergantung hatinya. So, alangkah baiknya bila manusia itu berkaca pada hatinya, telah baik atau buruk?.

Blog buat penulis, adalah media berlatih mencari ide, menulis, berbagi apa saja, termasuk ilmu. Seperti halnya hidup, blog merupakan tempat berlatih yang begitu luas, dalam kurun waktu yang tak kunjung putus. Tentu saja blog itu menyangkut content, bisa tulisan, foto, gambar, video atau gabungan dari semua itu. Content yang bagus bisa terwujud jika dikerjakan dengan serius, meski tampaknya biasa saja. Sebaliknya, blog yang buruk adalah yang asal ‘copas’ dan comot sana-sini, apalagi saat ini lagi marak tehnik SEO sampah. SEO yang curang dengan memasang keyword yang berbau parno dan hanya mengikuti trend gossip artis belaka. Sebagai blogger, penulis miris melihat hal ini. Dunia blogger seakan-akan tercemar. Seandainya boleh dibuat, maka bolehlah dibuat kode etik bagi para blogger. Atau kalau perlu dari pihak pengembangnya melakukan filter dari content-content yang lebih besar bahayanya daripada manfaatnya. Terakhir, penulis  berpesan; “dear bloggers and blogger wannabe, your posting is gonna be rubbish until you prepare it to the best. Stay away from drug and keep smilling”, ok. Ayo maju para blogger!

2 thoughts on “Hati, Blogisme, dan Top ten Blogger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s