Indonesia pinjam 250 Miliar untuk Menonton TV

parabolaEntah apa lagi yang dipikirkan oleh pemerintah. Kabarnya, pemerintah saat ini meminjam dana dari pemerintah Spanyol sebesar 17,6 juta euro atau sekira 250 miliar rupiah untuk membangun stasiun pemancar di wilayah perbatasan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Dirjen Sarana Komunikasi  dan Diseminasi Informasi (SKDI), Freddy Tulung di sela acara penyerahan simbolis set-top-box kepada masyarakat di Gedung Depkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (26/6/2009).

Diakui Freddy, pemerintah lewat Depkominfo mendapatkan pinjaman lunak dari pemerintah Spanyol untuk membantu TVRI membangun stasiun di wilayah perbatasan yang belum mendapatkan  akses. “Karena selama ini kami banyak menerima keluhan bahwa warga di perbatasan lebih sering menonton siaran radio dan televisi milik negera tetangga,” ujarnya.

Dana tersebut, lanjut Fredy akan digunakan untuk pembelian stasiun pemancar dan membangun di wilayah terpencil.”Total untuk pembangunan selama 2 hingga 3 tahun ke depan mencapai 17,6 juta euro, jadi bukan untuk pengadaan set-top-box dan siaran televisi digital,” kata Freedy.

Freddy kembali menegaskan dalam proyek pinjaman tak ada alokasi untuk pengadaan set-top-box. Selain itu  depkominfo juga akan memberikan dana pendamping kepada TVRI untuk proyek tersebut. “Kami tak ingin nasionalisme mereka luntur karena keluhan-keluhan warga di perbatasan,” katanya. Apakah ini sebuah nasionalisme? atau hanya akal-akalan pemerintah saja yang hanya akan menambah hutang Indonesia? sumber

23 thoughts on “Indonesia pinjam 250 Miliar untuk Menonton TV

  1. tolol saya kira tindaknpemerintah, knapa sih tidak ada cara lain selain utang,,, sama saja dengan semakin menyengsrakn rakyat,, pikirkn dong kami rakyat… stasiun TV sudah banyak sampai bosan pilih channel…. tindakn mubazir….thanks…
    jngn marah klo d krtik, klo pemrinth memang bjak…

  2. Sifa@, bisa asal kita jangan munafik utk menggali potensi2 ekonomi yg bisa dimanfaatkan. Kita tdk bisa memberangus prostitusi dan judi sesuai amanat UU, kenapa itu tdk kita manfaatkan? Kalau ini dilegalkan, berapa trilyun hasil dari pajak yg bisa kita manfaatkan utk pembangunan? Sekarang kan dana hasil judi dan prostitusi itu masuk ke kantong2 pribadi oknum. Apakah dgn dilegalkannya dua sektor itu kita kuatir kehilangan cap sebagai bangsa yg bermoral dan relegius? Tidak, karena secara de facto kita memang telah kehilangan cap itu sejak lama, kita mmemang masih bisa menghibur diri bahwa kita masih bisa disebut bangsa yg mengedepankan moral dan nilai keagamaan yg tinggi, tapi itu hanya secara de jure, klaim sepihak, bukan kisah nyata. ATAU KITA MASIH SAJA SUKA BERKUBANG DGN KEMUNAFIKAN?

  3. Hutang lagi…. Kapan kita memiliki pemimpin yang gak cuma gali lubang tutup lubang yah??? Pemimpin yang tidak sekedar memilih jalan instan untruk mencapai tujuan. Kalo soal dana, paling gampang ya ngutang. Ntar siapa yang membayar utang, pikir belakangan aja….

  4. tenang… hutang segitu masih bisa dibayar ama hasil pulau ambalat🙂 tapi ntu juga kalo ambalatnya gak jadi milik orang heheheh.
    terlalau banyak celah dan alasan untuk cari dana, jadi susah dibedain akal akalan atau beneran🙂

  5. Setuju saja sich kalau benar2 tepat sasarannya, tapi biasanya sich lebih banyak dikorupnya, maklum indonesia negara 1001 korupsi.

  6. waduh kalau berita ini benar..pemerintah justru semakin mundur aja neh…bela2in ngutang gara2 diperbatasan tidak dapat siaran TV

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s