Bom Bunuh Diri termasuk Jihad?

Peristiwa peledakan di hotel Ritz Carlton dan JW Marriot pada 17 Juli lalu, menyisakan pedih yang mendalam. Kepedihan itu bukan hanya terjadi pada korban dan sanak familinya saja, namun pada kaum Muslimin dan Islam yang selalu menjadi kambing hitam. Banyak kalangan yang meyakini bahwa itu adalah ulah terroris. Lebih buruknya lagi mereka meng-klaim itu termasuk Jihad? Benarkah demikian? Apakah jihad dapat diwujudkan dengan bom bunuh diri?

bom nuklir

Kaum muslimin –semoga Allah menjaga aqidah kita dari kesalahpahaman- sesungguhnya menunaikan jihad dalam pengertian dan penerapan yang benar termasuk ibadah yang mulia. Sebab Allah telah memerintahkan kaum muslimin untuk berjihad melawan musuh-musuh-Nya. Allah berfirman (yang artinya), “Hai Nabi, berjihadlah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, dan bersikaplah keras kepada mereka…” (Q.S. At-Taubah: 9). Karena jihad adalah ibadah, maka untuk melaksanakannya pun harus terpenuhi 2 syarat utama: (1) ikhlas dan (2) sesuai tuntunan Nabi saw. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah fenomena pengeboman yang dilakukan oleh sebagian pemuda Islam di tempat maksiat yang dikunjungi oleh turis asing yang notabene orang-orang kafir. Benarkah tindakan bom bunuh diri di tempat semacam itu termasuk dalam kategori jihad dan orang yang mati karena aksi tersebut -baik pada saat hari-H maupun karena tertangkap aparat dan dijatuhi hukuman mati- boleh disebut orang yang mati syahid?

Bom Bunuh Diri Bukan Jihad

Bunuh diri termasuk hal yang paling diharamkan dalam Islam, karena pelakunya tidaklah melakukannya kecuali karena marah kepada Rabbnya dan tidak ridho kepada ketentuan Allah Ta’alaa.

Allah Ta’alaa berfirman : “Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah Maha menyayangi kalian.” (QS. An-Nisaa’: 29)

Dari ayat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Allah sangat membenci bunuh diri. Olah karena itu bunuh diri termasuk dari al kabair (dosa-dosa besar) yang harus dijauhi.

Rasulullah saw juga bersabda, “Barangsiapa yang bunuh diri dengan menggunakan suatu alat/cara di dunia, maka dia akan disiksa dengan cara itu pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sedangkan bunuh diri tanpa sengaja maka hal itu diberikan udzur dan pelakunya tidak berdosa berdasarkan firman Allah Ta’alaa :“Dan tidak ada dosa bagi kalian karena melakukan kesalahan yang tidak kalian sengaja akan tetapi (yang berdosa adalah) yang kalian sengaja dari hati kalian.” (Q.S. Al-Ahzab: 5).

Perbedaan Amal Isytisyhadiyah (aksi mencari syahid) dan Bunuh Diri

Syaikh Utsaimin rahimahullah pernah juga ditanya tentang orang yang membawa bom di tubuhnya kemudian meledakkan dirinya di tengah kerumunan orang-orang kafir dengan maksud untuk menghancurkan mereka?

Beliau menjawab :

Orang yang meletakkan bom di badannya lalu meledakkan dirinya di kerumunan musuh merupakan suatu bentuk bunuh diri dan ia akan disiksa di Neraka Jahannam selamanya, disebabkan perbuatan tersebut, sebagaimana telah disebutkan dari Nabi saw bahwa orang yang membunuh dirinya dengan sesuatu ia akan disiksa karenanya di Neraka Jahannam.

Kecuali orang tersebut melakukan bunuh diri bukan untuk kemaslahatan agama Islam. Sebab jika ia membunuh dirinya serta membunuh sepuluh, seratus atau dua ratus orang, hal itu tidak mendatangkan manfaat bagi Islam dan tidak ada orang yang mau masuk Islam. Bahkan boleh jadi hal ini akan memunculkan kemarahan di hati para musuh sehingga mereka membinasakan kaum muslimin dengan sekuat tenaga.

Oleh sebab itu, kami berpandangan bahwasanya perbuatan yang dilakukan oleh sebagian orang dengan mengorbankan dirinya termasuk perbuatan bunuh diri yang tidak sesuai dengan kebenaran, dan menyebabkan pelakunya masuk ke dalam neraka -semoga Allah melindungi kita-. Pelakunya pun tidak dikataeorikan sebagai syahid. Akan tetapi jika pelakunya beranggapan bahwasanya hal itu dbenarkan, maka kami berharap mudah-mudahan ia terbebas dari dosa, tetapi tetap saja tidak dikatagorikan sebagai syahid, karena ia tidak menempuh jalan orang yang syahid.

Dengan demikian jelaslah bahwa aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh sebagian orang dengan mengatasnamakan jihad adalah sebuah penyimpangan (pelanggaran syari’at). Apalagi dengan aksi itu menyebabkan terbunuhnya kaum muslimin atau orang kafir yang dilindungi oleh pemerintah muslimin tanpa alasan yang dibenarkan syari’at.

Courtesy : muslim.or.id

4 thoughts on “Bom Bunuh Diri termasuk Jihad?

  1. ya begitulah mereka…
    mereka salah mendefinisikan jihad yang sebenernya…
    sungguh sangat disayangkan…

    bukankah bunuh diri sangat diharamkan bahkan bagi umat islam saja diharamkan untuk menyentuh bahkan merawat korban yang bunuh diri.

    so, mudah2an saja kejadian ini bisa semakin mempererat tali silaturahmi umat islam untuk lebih bersatu lagi…

    salam hangat selalu sahabatku…
    ditunggu kunjungan baliknya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s