Jangan Nonton Film Cin(t)a! (1)

cinta-the-movieAwal Ramadhan ini, saya mendapatkan e-mail yang membuat miris hati. E-mail ini adalah forward dari forum yang ternyata sumbernya dari MIFTA (Muslim Information Technology Asssociation). Email ini lebih tepatnya sebuah surat edaran yang ditujukan kepada kaum Muslimin Indonesia dan juga para netter muslim Indonesia lengkap dengan tembusan kepada presiden SBY dibawahnya.

Email ini berisi kecaman tentang film Cin(t)a yang sarat akan kontroversial dan dapat memicu konflik antar ras. Saya menganjurkan agar Anda semua TIDAK MENONTON ataupun kalau sudah terlanjur menonton jangan sampai Anda terbawa isu di dalamnya.

Berikut review singkat filmnya :

Hampir semua isi film ini terfokus pada dua orang tokoh utama. Cina (Sunny Soon), pemuda keturunan Tionghoa. mahasiswa baru arsitektur ITB yang brilian dari Tapanuli. Seorang Kristen yang taat. Dan Annisa (Saira Jihan), aktris, juga senior Cina di kampus. Berasal dari keluarga Jawa yang kental dengan unsur Islam. Pada pertemuan pertama Cina langsung meremehkan bahwa kecantikan berbanding terbalik dengan kepandaian, juga menyebutkan bahwa IPK Annisa paling-paling hanya 2,1. Walau ternyata memang benar tebakan IPK tersebut.

film cin(t)a

Bisa ditebak. Keduanya seringkali bertemu hingga akhirnya Cina membantu penyelesaian Tugas Akhir Annisa. Klise memang, keduanya akhirnya saling jatuh cinta.

Adegan-adegan tidak Layak :

  • Dalam salah satu adegan ditunjukkan para tokoh utamanya mempertanyakan mengapa Allah menciptakan manusia beda-beda kalau Allah cuma disembah dengan satu cara.
  • Adegan lainnya bahkan dengan nyata menunjukkan pelecehan terhadap nama Anissa (yang menjadi nama tokoh utama wanita di film ini), dimana sang tokoh wanita mengucapkan dialog seperti ini:  “Udah tahu muka lu Cina, masih dikasih nama Cina.” (nama tokoh utama pria di film ini memang Cina). Lalu dijawab oleh si tokoh pria: “Tega kali Bapak kau, Sudah tahu muka kau perempuan, masih dikasih nama ‘perempuan’.” (maksudnya nama Anissa yang menjadi nama tokoh utama wanitanya, nama yang berasal dari bahasa Arab yang juga nama salah satu surat dalam Kitab Suci umat Islam, Al Qur’an, yang artinya perempuan).
  • Selain itu, ada adegan yang menunjukkan si pria sedang merayakan Natal, si wanita ikut di situ, ikut memberikan dukungan dengan penekanan bahwa semua agama sama. Ini dilengkapi pula dengan sejumlah cuplikan pengalaman pasangan beda agama (dari dunia nyata) yang lagi-lagi bertujuan utk meracuni remaja Islam (terutama remaja wanita) bahwa menjalin cinta dan kawin beda agama tidak dilarang oleh akidah Islam.

Bersambung…


134 thoughts on “Jangan Nonton Film Cin(t)a! (1)

  1. email itu hanya pemikiran orang yg pikirannya sempit aja, berpikir dg cara dia sndri.. pdahal sebenarnya di film itu tidak seprti yg ditulis di review diatas…

    • saya sangat setuju sekali dengan anda…
      sayangnya orang2 indonesia pikirannya hanya terfokus pada hal2 yg negatif sajah.. padahal banyak sekali pelajaran yg dapat kita ambil dari film itu…

      • Setuju!!! film ini sangat menginspirasi dan dapat dijadikan contoh bahwa semua manusia itu sama, hanya cara mereka menyembah itu berbeda, bukan saling membeda-bedakan dan saling bertentangan yg akhirnya menimbulkan perang dan pertumpahan darah. apakah itu tujuan Tuhan menciptakan banyak agama hanya utk berkelahi dan saling membenci satu sma lain? Pikirkanlah wahai orang orang yg picik dan fanatik
        !

  2. wah.. saya seneng baca comment2 di atas, mampu menanggapi dengan positif..
    buat saya sendiri, waktu saya nonton film ini, saya sedih.. saya nangis.. karena saya mengalami apa yg ada di film ini..
    rasanya perih bgt.. i’m already on their shoes..
    saya salut krn ada yg berani utk mengangkat issue ini ke dalam film dan dikemas dengan smart..
    so, tolong jgn menghakimi sebelum memahami.. byk positif lessons yg bisa diambil koq.

    • ya… saya juga cuma bisa namgis n miris bgt krn serupa bgt ama keadaan saya sekarang,saya rasa film ini bukan untuk menekankan bahwa nikah beda agama itu dperbolehkan hanya saja ingin menegaskan kan bahwa berhenti mengkotak2an segala hal… krn adanya perbedaan semua jd indah

  3. saya setuju dgn komen ms.eko dan m.zaid,
    saya sudah nonoton film ini, mskipun dikatakan byk penyimpangan, tp diakhir cerita, tdk ada pengorbanan di salah satu agama, mereka memutuskan hubungan dan memilih hidup di jalan masing2…
    jd klw ada isu2 tdk jelas, itu tergantung individunya saja..

  4. kenapa cieh orang indonesia ska nyari2 kekurangan dari orang lain,,
    saya sudah nonton fimnya, film nya bagus, dan knp mesti nyari2 kekurangan nya,,, saya heran,, saya orang islam tp saya tidak merasa sedikitpun terlecehkan oleh film ini,,, jgn lah bwt film yg sebagus ini untuk tdak ditonton,,,, cobalah bersifat dewasa,,
    kita tahu kok mana yang baik dan tidak bwt diri kita,,, saya mw kutik dialog annisa dlm film ini ” pemilik bisa mendisain jendelanya masing2, gw cma perlu membuat batasan dan strukturnya saja,,, arsitek ska berlaga menjadi tuhan, berlaga tahu rancangan yg terbaik bwt manusia, yang paling tahu mana yang terbaik,, ya orang itu sendiri,,,” makanya jgn lah ska berlaga menjadi tuhan, menentukan mana yg terbaik bwt manusia, yang tahu baik atau gk nya adalah masing2 individu yang menonton film ini.

  5. Saya malah salut dengan film ini.
    Kalau kita dapat BERFIKIR ADIL, InsyaAllah kita juga dapat melihat sisi positif dari film ini. Dari film ini dapat dipetik pelajaran bahwa PERBEDAAN ITU INDAH dan KITA HARUS SALING MENGHORMATI !!!!!
    Memang dalam agama kurang dibenarkan jika meikah dengan yang berbeda keyakinan, namun tidak boleh mengecam film ini.
    Dan apabila anda mencela film ini, menurut saya anda sama saja dengan menghina agama anda sendiri. Mengapa? Karena dalam agama anda (kita) diajarkan untuk tidak saling mencela agama lain.

  6. hanya orang-orang yg memiliki pandangan sempit tentang agama yang akan sependapat dengan anda.
    anda terlalu fanatik.

    terimakasih untuk teman-teman yang masih bisa memberikan tanggapan positif ttg film ini.
    saya menyayangi kalian.

    untuk anda penulis blog di wordpress ini, saya adalah orang yang terlahir dari rumah tangga yang didasari oleh keyakinan yang berbeda.
    tapi sampai sekarang, orang tua saya bisa hidup rukun, damai, dan mampu menghargai satu sama lain.
    tidak ada yg salah dari perbedaan agama!
    semua agama indah, dan semua agama pasti MENGAJARKAN YANG BAIK!!!
    dan TIDAK ADA AGAMA YANG MENGAJARKAN UNTUK MENGHAKIMI AJARAN AGAMA YANG LAIN!!!

    saya harap anda bisa mengkaji benar tentang PERBEDAAN.
    jgn mau di provokasi oleh tanggapan-tanggapan miring dr berbagai pihak.

    percayalah, bagaimana pun kita memanggilNYA.., DIA tetap TUHAN.
    SANG PENCIPTA.
    YANG MENCIPTAKAN AKU, KAMU, dan KITA.
    🙂

    • hubungan orang tua anda langgeng karena mereka berdua mencintai satu sama lain dengan baik, tetapi belum benar.

      silakan samakan agama lain dengan agama lainnya. tetapi islam tidak. islam tetap islam dan berbeda dengan agama lainnya.

      untukmu agamamu dan untukku agamaku.

      • dibandingkan film2nya jupe ama DP yang mengumbar kemesuman,,lebih bermutu film ini lah…
        daripada mengkritik film ini,,kritiklah film2 semi blue yg beredar di Indonesia, yg dimainkan artis2 ternama…
        di luar sana masih banyak kemaksiatan yg bener2 bikin qt miris mendengar atopun melihatnya…

  7. hebat filmnya…membuka mata hati kta…bahwa didunia ini kita walau beda tetapi tetap berhak memilih ,,,jgn hnya memikirkan golongan sendiri…sadarlahhhhhhhhhhhhhhh indonesia itu beraneka bukan hanya satu suku…

  8. ibaratnya Qta liat berita penyerangan polisi di deli, apa Qta nangkepnya tu mngajarin kekerasan ma balas dendam?,, ya gak lah

    liat segi positifnya
    lagian ak yakin smua yg nonton pasti lebih nangkep nuansa pluralismenya

    agama g bisa diajarkan dengan terlalu kaku dan keras, tiap orang g bs dipaksa. kalo film nie dilarang jstru orang2 awam kyk saya bakal kehilangan materi membelajaran tentang pluralisme cinta, hub sesama manusia dan hub dgn Tuhan. tapi teteep, nikah beda agama = HARAM!

    SALUT BUAT CIN(T)A

  9. nikah beda agama = haram……..
    ada yang tau ga, surat ato ayat yang melarang atau menganggap haram nikah beda agama….tolong dibantuin dong….
    (suratnya yang jelas2 melarang or mengharamkan ya…jangan yang atas dasar opini atau pendapat sebagian dan orang orang tertentu saja….)
    semoga masuk surga bagi yang mau membantu saya…………………..

    • Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 221)

      semoga bermanfaat.

  10. Cukup dengan melihat rate (Saat saya post ini, ada 14 like & 47 unlike) dari sinopsis yang dibuat oleh author sayapun tahu bahwa apa yang disampaikan oleh author kontras alias berbanding terbalik dengan penilaian publik.

    Dan saya salut sekali terhadap semua pihak yang telah memberikan komentar positif mengenai film ini. Bukankah itu artinya film ini telah sukses mempersatukan sekian banyak orang dengan sejubel perbedaan? :]

    Ingat, kawan, “strength lies in differences, not similarities”.

    Saran saya : Akuilah bahwa kita memang berbeda, tetapi jangan biarkan perbedaan itu memecah belah kita sebagai rakyat Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

  11. humm… sebenarnya tergantung dari individu masing-masing yang menanggapi isi film cin(t)a.
    Memang sarat kontroversi, tapi saya yakin kita sebagai pribadi yang dewasa bisa memilih mana yang pantas-mana yang tidak.
    🙂

  12. jangan nonton ini, jangan liat itu, jangan anu, jangan itu, robohkan patung anu karena keliatan porno, bakar itu, hancurkan ini krena maksiat. yang ada mah dewasakan dulu pemikiran umat, jadi tidak khawatir terjadi salah tafsir akan sesuatu. ato kalo mau hidup di hutan ajah.. cuman ada pohonan doang, gak usah tinggal di kota dan terpapar oleh hal-hal berbau modern yang akhirnya dianggap porno dan maksiat.

  13. ne film bagus banget tauk!!
    mengajarkan bagaimana qt menghargai setiap perbedaan…toh di situ pada akhirnya tokoh Cina n Annisa jg gak nikah…mereka berjalan pd jalan n prinsip masing2…jadi gak ada yg perlu dipermasalahkan to…lagian prinsip agama Annisa n Cina masing2 juga kuat n tdk ada yg saling mematahkan…
    kalau urusan mo nikah beda agama itu biar itu urusan yg menjalani dengan Tuhan..qt gak perlu deh ikut campur…
    jangan kelewat fanatik deh…makan tu fanatik yg berlebihan…
    tolonglah lihat segala sesuatu secara holistik…:D

  14. gausah nglarang2, mb ato sapapun yg nulis ni. ni film bagus. klo kmu nglarang2 bwt nonton ni film, saya akn bilang k kamu, “sapa si lu? punya Tuhan ga lu? kok omongan lu udah berasa lu yg paling baik aja y? udah berhasil mengalahkan Allah Yang Mahakuasa ya? ” tlglah menjadi Muslim yg berpikiran terbuka, seperti yg diajarkan our Great Prophet Muhammad SAW. bukankah Islam mendidik kita untuk pandai bertoleransi pd umat agama lain serta berdakwah dg jalan damai? dgn menulis artikel larangan ini saja anda sudah bertindak sebagai muslim yg keras dan kurang pandai dalam berdakwah.

  15. kalo bicara tentang tuhan maka agama harus di “tenangkan” dulu ..kalo bicara tentang agama maka tuhan harus ikut serta bersamanya. makanya terjadi perang agama bukan perang tuhan karna tuhan tetap satu tapi umat yang sangat banyak dengan berbagai dalih alasan

  16. apakah di agama kita masing masing pernah tau atau adakah ayat ayatnya disaat adam dan hawa di nikahkan dan beranak cucu agama apa yang di gunakan pada saat itu. dan di saat nabi musa dan nabi daud ataupun nabi yusuf agama apa yang mereka gunakan di saat anak anaknya di nikah kan. sipapun diantara kita atau pun yang lainnya tidak tau beda kapan agama itu sudah ada, aku sendiri menilai film ini bagus untuk di tonton, aku sendiri katolik dan aku pun ingin mencari pasangan ku yang muslim.

  17. Apa iya…isinya cuma hal-hal negatif?
    cuma orang yang pikirannya picik, yang hanya bisa melihat film ini dari hal negatifnya aja…
    coba lihatlah sisi positif dari sebuah film
    saya muslim, tapi terkadang saya juga sering bertanya, seperti yang ada di dalam film ini…Tuhan atau Allah cuma satu,tapi kita bisa beribadah kepada-Nya dengan berbagai cara kan…
    apa iya,agama lain itu mengajarkan membunuh? ga kan? semua agama kalo menurut saya itu baik, menjadi buruk adalah karena manusianya sendiri yang tidak dapat mengambil dan memaknai inti sari dari ajaran agamanya tersebut….
    seperti pepatah…Banyak Jalan Menuju Roma

  18. DANGKAL SEKALI ANALISIS ANDA BUNG, MENURUT SAYA FILM ITU MENDIDIK UNTUK DIANGKAT DAN ITULAH REALITA MASYARAKAT SAAT INI. AMBIL LAH SISI POSITIFNYA😀

  19. Sebernernya yang terpengaruh oleh isu didalamnya kan elo sendiri… gue nonton, dan gue kasih 5 bintang buat tuh film… kenapa? karena itu hal yang bagus, bagaimana mereka mengajak kita berfikir, apa benar perbedaan ini buruk? apa benar kita harus saling kecam? apa benar kita tidak bisa mencapai kedamaian? Didalam film itu tidak ada anjuran untuk boleh menikah beda agama, disitu cuma disajikan pencerahan mengapa boleh, mengapa tidak, dan keputusan tetap berada ditangan penikmat film… Toh ending filmnya menyatakan mereka tidak bersatu… kenapa? karena merka ga mau bikin konflik baru… biarkan penikmat yang menentukan sendiri apa yang mereka mau, dengan iman yang mereka miliki…
    Justru blog elo ini yang nimbulin propaganda buruk tentang perbedaan umat beragama . . .

  20. IMHO, saya melihat ada beberapa hal yang mendasari tulisan diatas. Pertama, penulis tampaknya lebih memfokuskan tulisannya kepada umat Islam. Dia ingin mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dengan pesan yang diterima dari media. Kedua, di dalam Islam, pengkotak-kotakan itu memang ada dan disampaikan dalam Al Quran sendiri. “Telah jelas perbedaan mana yang haq (benar) dan batil (salah/sesat)”. Apa-apa yang haq dan apa-apa yang batil sendiri sudah dijelaskan di dalam Al Quran, dalam sekitar 6200-an ayat di dalamnya. Al Quran sendiri berkali-kali mengingatkan bahwa jika umatnya ingin memastikan mana yang benar dan mana yang salah, maka gunakanlah Al Quran sebagai dasar.

    Salah satu yang telah jelas pembedaannya adalah masalah Tauhid, yaitu keyakinan yang berkenaan dengan karakteristik Tuhan yang diimani. Sehingga, statement bahwa “semua agama adalah sama” adalah tidak ada “di dalam konsep Islam”. Yang ada adalah “jika kamu mengimani yang berbeda dari aku, maka aku mengimani yang berbeda dari kamu.” Dalam Surat Al Baqarah ayat 42, Allah melarang pengikut-Nya untuk mencampur-adukan yang haq dan batil sehingga tak jelas lagi batasnya:

    “Dan janganlah kalian memakaikan (pakaian) yang hak kepada yang bathil sementara kalian sembunyikan yang hak itu, padahal kalian mengetahui.’

    Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap kreativitas yang dihasilkan pembuat film, saya mengerti jika sebagian umat Islam menganggap film ini tidak memberikan pencerahan, atau semakin mencuatkan kebenaran dalam konsep Islam, tetapi malah mengembalikan keadaan dari yang sudah benar menjadi kembali abu-abu.

    Wassalam.

  21. Memalukan..itu saja tanggapan saya.surga dan neraka,dosa dan pahala adalah urusan Tuhan.Bukan urusan manusia.Kl menikah beda agama bisa harmonis asal qt bs menekan ego qt kuat2 itu bagus.yg bikin ribut itu kl slah satunya egonya ditonjolkan.merasa dialah yg paling berhak.payah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s